GASKANINDONESIA, Luwu Timur-Rapat Paripurna dengan agenda pandangan Fraksi-fraksi terkait ranperda APBD tahun anggaran 2026 , dan Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 15 tahun 2023 tentang penyertaan modal daerah pada PT. Luwu Timur Gemilang, digelar Rabu (12/11/2025).
Fraksi-fraksi dari berbagai partai yang duduk di DPRD membacakan pandangannya terkait ranperda tersebut, salah satunya Fraksi PAN. Dalam pandangannya, PAN menyetujui kedua ranperda tersebut untuk di bahas dan di tetapkan menjadi Perda.
Melalui ini, PAN meminta agar anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2026, dijalankan dengan tepat sasaran. Program prioritas seperti peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, pertanian, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta infrastruktur.
Dari semua program tersebut, yang menjadi salah satu program prioritas pembangunan infrastruktur yakni, rumah sakit (RS) Towuti dan RS Atue yang berada di kecamatan Malli. Mengingat lonjakan pasien tidak mampu lagi di tampung RS. I Lagaligo yang begitu besar.
“Apalagi kita lihat sekarang, setelah anggota DPRD kabupaten Luwu Timur melakukan monitoring ke RS I Lagaligo, bagian perencanaan menyampaikan, target pendapatan RS.I Lagaligo tahun 2025 ini jauh dari kata harapan seperti tahun lalu. Dikarenakan adanya aktifitas perbaikan infrastruktur dalam rumah sakit sehingga, membatasi pelayanan maksimal secara utuh,”jelas Nurchalis Azis,M,PD, selaku anggota DPRD kabupaten Luwu Timur.
Selain itu program prioritas seperti, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, pertanian, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) beserta infrastruktur, juga harus lebih di perhatikan dan ditingkatkan.
Tidak hanya itu, Fraksi PAN juga mengusulkan bagaimana jika RS.Atue dan RS.Towuti beroperasi secara bersamaan, sehingga apa saja yang menjadi rehab dalam pembangunan rumah sakit, tidak lagi menjadi hambatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
PAN juga mensyukuri rencana program pemerintah yang akan membangun fasilitas rumah sakit di kota Malii, akan tetapi PAN lebih mendorong pemerintah kabupaten Luwu Timur, untuk memastikan dan memaksimalkan pembangunan rumah sakit yang sudah ada. Melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat yang sangat membutuhkan layanan kesehatan secara optimal.
Selain itu, PAN juga mendorong agar progresif belanja modal dapat di tingkatkan secara signifikan. Dibandikan dengan tahun-tahun sebelumnya, porsi belanja operasional harus lebih evisien agar ruang fiskal daerah lebih produktif.
Adapun mengenai PAD kabupaten Luwu Timur, fraksi PAN menilai perlu adanya strategi inovatif dalam meningkatkan PAD dan lebih jeli melihat peluang sumber pendapatan lainnya.Mengingat ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pusat begitu besar, sehingga PAD kita tidak maksimal dalam membiayai program daerah.
Tidak lupa Fraksi PAN juga mendorong pembangunan infrastruktur sekolah dasar (SD) dan SMP, yang menjadi tugas kita semua karena, aspek kemajuan suatu bangsa dimasa yang akan datang tergantung bagaiman proses pendidikan di masa kini.
Lap :Tim





