Gaskan Indonesia, Luwu Timur – Kehadiran investasi di kawasan Industri Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) mendapat sambutan positif dari warga Desa Harapan dan Desa Karebbe. Warga menegaskan tidak ada penolakan terhadap investasi, namun berharap kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka tetap mendapat perhatian dan perlakuan yang adil.
“Sebenarnya tidak ada warga yang menolak investasi. Justru kami bersyukur karena investasi ini membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Acis, warga Karebbe, Kamis (15/1/2026).
Menurut Acis, ratusan hektare lahan di wilayah tersebut telah lama dimanfaatkan warga untuk berkebun. Berbagai jenis tanaman seperti durian, mangga, nangka, cempedak, jengkol, kelapa, pisang, merica, hingga kelapa sawit menjadi tumpuan hidup masyarakat secara turun-temurun.
Meski mendukung pembangunan kawasan industri, warga berharap jerih payah mereka tidak diabaikan. Acis menyebut, keputusan terkait kompensasi dipercayakan kepada Irwan dan keluarganya, yang dikenal sebagai pihak pertama membuka kebun di kawasan tersebut sebelum ditetapkan sebagai area PSN.
Irwan mengatakan, pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur belum menghasilkan kesepakatan. Ia dan keluarganya diberi waktu tiga hari untuk membahas nilai kompensasi tanaman dan bangunan.
“Kami diberi waktu 3×24 jam untuk bermusyawarah bersama keluarga. Ini menyangkut masa depan kami, jadi perlu dipertimbangkan dengan matang,” ujarnya.
Pantauan Gaskan Indonesia, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam turun langsung menemui warga di Dusun Masamba, Desa Harapan, Kecamatan Malili. Ia didampingi unsur Forkopimda, termasuk Kapolres Luwu Timur, Ketua DPRD, perwakilan TNI, dan Kejaksaan.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kompensasi atas tanaman dan bangunan milik warga. Namun, untuk lahan tidak dapat diberikan kompensasi karena berstatus milik pemerintah daerah.
“Kami mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif. Warga diberi waktu 3×24 jam untuk berunding. Setelah itu, kawasan PSN harus dikosongkan karena PT IHIP akan segera beroperasi,” tegas Bupati.
Di tengah percepatan pembangunan kawasan industri, warga Desa Harapan dan Karebbe berharap solusi yang diambil mampu menjembatani kepentingan pembangunan dan keberlangsungan hidup masyarakat, sehingga investasi yang hadir benar-benar membawa manfaat bersama.
LAP : TIM




