Seleksi Paskibraka 2026 di Luwu Timur Gunakan Sistem Digital Terintegrasi Nasional

GASKAN INDONESIA, Luwu Timur — Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kini berlangsung dengan pendekatan yang semakin modern, transparan, dan terstandar secara nasional. Seluruh tahapan seleksi mengacu pada pedoman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang berbasis sistem digital terintegrasi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur, Salam Latif, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara menyeluruh melalui aplikasi resmi yang terhubung langsung dengan sistem pusat. Mulai dari tahap pendaftaran, verifikasi administrasi, hingga penilaian akhir, seluruhnya dapat dipantau secara terbuka.

“Semua mekanisme seleksi diatur melalui sistem BPIP. Mulai dari administrasi, tes tertulis, hingga pengumuman hasil dilakukan berbasis aplikasi, sehingga transparansi benar-benar terjaga,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Sebanyak sekitar 200 pelajar dari berbagai kecamatan mengikuti tahap awal seleksi administrasi. Tahun ini, peserta dibatasi hanya untuk siswa kelas X SMA/sederajat, dengan persyaratan tinggi badan minimal 160 cm untuk perempuan dan 165 cm untuk laki-laki. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengusulkan penyesuaian terhadap standar tersebut agar lebih adaptif terhadap kondisi daerah.

Setelah lolos administrasi, peserta menjalani tes wawasan kebangsaan dan intelegensi umum secara daring menggunakan perangkat telepon genggam. Tahapan berikutnya mencakup seleksi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dengan sistem gugur, serta tes postur dan kesamaptaan yang melibatkan unsur TNI dan Polri guna menjamin objektivitas.

“Tes fisik dan kesamaptaan dilakukan secara ketat dengan melibatkan TNI-Polri untuk memastikan kualitas peserta,” kata Salam.

Tahap akhir berupa wawancara oleh tim Kesbangpol. Seluruh hasil seleksi kemudian dirangking dan diunggah ke dalam sistem terpusat sebagai bentuk akuntabilitas.

Dari total peserta awal, saat ini tersisa 102 orang, terdiri dari 42 perempuan dan 59 laki-laki. Selanjutnya akan disaring menjadi 70 peserta tingkat kabupaten dan 4 peserta untuk mewakili Luwu Timur ke tingkat provinsi. Secara keseluruhan, sebanyak 74 peserta akan ditetapkan.

Peserta yang lolos di tingkat provinsi akan kembali mengikuti seleksi untuk mewakili daerah ke tingkat nasional sebagai anggota Paskibraka pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Salam Latif menegaskan bahwa seluruh proses berlangsung profesional dan bebas intervensi karena terintegrasi langsung dengan sistem pusat.

“Seleksi ini sangat ketat dan objektif. Semua nilai peserta masuk dalam sistem BPIP yang dapat dipantau secara terbuka,” tegasnya.

Pembiayaan kegiatan seleksi ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Kesbangpol Luwu Timur, dengan partisipasi peserta dari 11 kecamatan.

Dengan sistem seleksi yang semakin modern dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap mampu melahirkan generasi Paskibraka yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, dan semangat nasionalisme yang kuat.(idl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *