Dwi Heryanto, Reses di Mulyasri, Tomoni, Menyerap Aspirasi Warga Soal Jalan, Irigasi, Pertanian, Penerangan dan Kebutuhan Air

GASKAN INDONESIA. LUWU TIMUR – Warga Mulyasri berharap lanjutan pengaspalan jalan segera dipercepat. Selain itu, warga juga mendorong pembangunan rabat beton di Dusun Karang Anyar.

Aspirasi tersebut disampaikan saat Temu Konstituen Anggota DPRD Luwu Timur, Dwi Heryanto, Jumat (14/08/2026).

Kegiatan itu merupakan bagian dari Reses Perseorangan Masa Sidang III Tahun 2025–2026 di Dapil III.

Dapil III meliputi Kecamatan Tomoni, Tomoni Timur dan Mangkutana.

Dwi mengaku memiliki kedekatan khusus dengan masyarakat Mulyasri. Dukungan warga turut mengantarkannya terpilih sebagai anggota DPRD Luwu Timur pada Pemilu 2024.

“Desa Mulyasri ini tidak akan pernah saya lupakan. Apa yang dilakukan Bapak dan Ibu akan saya balas dengan kinerja,” ujar Dwi.

Dwi Heryanto Kawal Pengaspalan Mulyasri Dwi menegaskan komitmennya mengawal lanjutan pengaspalan jalan Desa Mulyasri.

Menurutnya, jalan yang baik sangat penting bagi aktivitas warga dan perekonomian desa.

Karena itu, ia mendorong pengaspalan dapat berlanjut secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

“Untuk pengaspalan, usulan dari Pak Desa sudah ada. Insyaallah kita kawal mulai 2027 dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan jalan tidak berhenti pada satu tahap. Sebaliknya, ruas yang menjadi kebutuhan warga perlu terus mendapat perhatian.

Rabat Beton Karang Anyar Jadi Perhatian, Selain pengaspalan, pembangunan rabat beton di Dusun Karang Anyar turut menjadi perhatian.

Dwi menyampaikan pembangunan rabat beton tersebut direncanakan dikerjakan pada 2026.

Menurutnya, kebutuhan jalan di dusun harus diperjuangkan berdasarkan skala prioritas. Sebab, akses jalan berkaitan langsung dengan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, Dwi meminta aspirasi tersebut terus dikawal melalui proses pembahasan anggaran.

“Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kita kawal. Kita perjuangkan sesuai kemampuan dan skala prioritas,” tegasnya.

Irigasi dan Air Pertanian Ikut Dibahas, Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan sektor pertanian.

Perwakilan Dinas PUPR Luwu Timur menjelaskan sejumlah usulan perlu dikawal dalam proses penganggaran.

Apalagi, kebijakan efisiensi anggaran berdampak terhadap sejumlah kegiatan pembangunan. Karena itu, sinergi DPRD dan pemerintah daerah diperlukan untuk mempertahankan program prioritas masyarakat.

Kebutuhan irigasi tersier juga menjadi perhatian kelompok tani di Mulyasri. Kelompok tani dapat berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengusulkan perbaikan saluran sesuai mekanisme.

PUPR juga menyampaikan peluang program sumur bor untuk mendukung kebutuhan air pertanian. Namun, program tersebut membutuhkan kesiapan lahan yang memenuhi persyaratan pembangunan.

Perwakilan Dinas Pertanian kemudian mendorong kelompok tani aktif menyampaikan kebutuhan melalui pemerintah desa.

Dengan begitu, kebutuhan petani dapat dipetakan dan disesuaikan dengan program yang tersedia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *