GASKAN INDONESIA, LUTIM–Di bawah naungan kemegahan Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, di sela-sela riuhnya suasana buka puasa bersama, sebuah pemandangan bisu namun sarat makna terekam oleh kamera;
Bukan tentang pidato politik yang menggelegar, bukan pula tentang pengawalan yang ketat, melainkan tentang sebuah bungkuk tubuh yang tulus;
Di sana, Irwan Bachri Syam, sosok yang memikul amanah besar sebagai pemimpin Luwu Timur, meluruhkan segala atribut kekuasaannya;
Ia melangkah mendekat, lalu dengan penuh takzim meraih tangan Andi Hatta Marakarma—sang pendahulu, sang mantan bupati, dan yang terutama: sang orang tua;
Saat Irwan menundukkan kepala dan mencium tangan Andi Hatta, ia sedang mengirimkan pesan kuat kepada kita semua;
Di detik itu, ia bukan sedang berhadapan sebagai sesama politisi. Ia sedang menempatkan dirinya sebagai seorang murid di hadapan guru, seorang anak di hadapan ayah, dan seorang penerus di hadapan perintis.(**)





