Antrean Panjang BBM Warnai Sejumlah SPBU di Luwu Timur

GASKAN INDONESIA , Luwu Timur–Minggu 28 /Desember/2025 Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah turut dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Luwu Timur. Hampir seluruh SPBU yang beroperasi di wilayah tersebut dipadati antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat, membuat warga harus meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM.Pantauan awak Media Gaskan Indonesia di lapangan menunjukkan antrean kendaraan tampak mengular hingga ratusan meter di sejumlah SPBU. Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Beberapa SPBU yang terlihat padat antrean di antaranya SPBU Puncak Indah, Labose, Ussu, Wotu, Sorowako, Tomoni, Lopi, Nikel, hingga Matompi. Sejak pagi hingga sore, kendaraan terus berdatangan, sementara warga dengan sabar menunggu giliran.

Salah seorang warga iwan, (37), seorang draiver Damtruk mengungkapkan bahwa antrean panjang ini cukup menguras waktu dan tenaga.

“Kami tetap sabar, tapi berharap ada solusi. Sudah hampir dua jam saya antre, padahal BBM sangat dibutuhkan untuk kerja,” ujarnya dengan nada berharap.

Kondisi yang cukup memprihatinkan terlihat di SPBU Ussu. Antrean kendaraan yang memanjang hingga ke badan jalan sempat menghambat arus lalu lintas. Meski demikian, para pengendara berusaha tetap tertib demi menghindari kemacetan yang lebih parah.

Warga lainnya, Rudi, mengatakan antrean panjang ini membuat aktivitas sehari-hari menjadi tertunda.
“Bukan cuma capek menunggu, tapi kami khawatir kehabisan.
Semoga ke depan pasokan bisa kembali normal,” tuturnya.

Dari pihak SPBU, petugas menyampaikan bahwa pelayanan tetap dilakukan sesuai prosedur dan pasokan yang tersedia.
“Kami melayani semaksimal mungkin sesuai kuota yang kami terima. Jika pasokan terbatas, kami mohon pengertian dari masyarakat,” ujar salah seorang petugas SPBU.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti antrean panjang tersebut. Namun masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera memberikan perhatian agar distribusi BBM kembali lancar.
Bagi warga Luwu Timur, BBM bukan sekadar kebutuhan kendaraan, tetapi penopang utama aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Mereka berharap kondisi ini segera membaik agar roda kehidupan dapat kembali berjalan normal.(idl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *