Sarkawi Hamid Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Hidayah Puncak Indah

Luwu Timur -Anggota DPRD Luwu Timur dari Partai Gerindra Sarkawi Hamid, menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hidayah Puncak Indah, yang turut dilaksanakan setelah sesi peletakan batu oleh Bupati Luwu Timur. Selasa (02/12/2025).

Kehadiran anggota DPRD kabupaten Luwu Timur tersebut, menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam membangun fasilitas peribadahan dan memperkuat kehidupan spiritual di daerah.

Dalam kesempatan tersebut Sarkawi menyampaikan, bahwa salah satu indikator sederhana, untuk melihat ketebalan spiritual dan kualitas kehidupan sosial masyarakat, ialah antusiasme mereka dalam membangun, memelihara, dan meramaikan rumah-rumah ibadah, baik Masjid, Gereja, Pura, maupun Vihara.

“Semakin tinggi kepedulian masyarakat terhadap tempat ibadah, semakin kuat pula pondasi keagamaan dan sosial di suatu daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang mendukung suasana keagamaan yang damai dan kondusif.

Ia bersyukur bahwa sejak kepemimpinan Bupati pertama, H. Andi Hatta, hingga saat ini di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam, kondisi kerukunan di Bumi Batara Guru tetap terjaga dengan baik.

“Alhamdulillah, Puji Tuhan, Astungkare — ketentraman dalam keragaman di Luwu Timur terus terjaga. Kondusifitas ini sangat dibutuhkan dalam membangun daerah demi kemakmuran bersama,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tantangan sosial saat ini tidaklah ringan. Dampak perubahan iklim, arus globalisasi, hingga perilaku destruktif manusia dapat menimbulkan berbagai patologi sosial dan degradasi moral.

Namun ia percaya, selama harmoni antarumat tetap dipelihara, masyarakat Luwu Timur dapat terhindar dari berbagai ancaman tersebut.

“Jika suasana kebersamaan ini terus kita jaga, insyaallah daerah kita tetap berada dalam lindungan dan terhindar dari kerusakan moral maupun lingkungan,” tambahnya.

Pada akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memperkuat hubungan spiritual masing-masing.

“Pada akhirnya, hanya ada satu cara menghalaunya: berdoa dan kembalilah kepada Tuhanmu,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *