GASKAN INDONESIA, LUTIM-Pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong percepatan pelaksanaan Proyek Strategi Nasional (PSN) sebagai langkah nyata menciptakan pusat-pusat ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Program ini dinilai menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah yang selama ini belum berkembang optimal. Harapan besar pun mulai tumbuh di tengah masyarakat, terutama di kawasan terdampak langsung proyek.
Kehadiran PSN disambut hangat warga, khususnya di wilayah Lampia. Salah satu warga Desa Harapan, Wardi (38), mengaku optimistis proyek tersebut akan membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat.
“Kalau ini berjalan baik, tentu akan meningkatkan pembangunan infrastruktur dan membuka peluang ekonomi baru. Kami berharap masyarakat lokal juga bisa ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan proyek PSN, Rabu (29/04/2026).
Menurutnya, PSN tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga berpotensi membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Kawasan industri, pengolahan sumber daya alam, hingga sektor pendukung lainnya diyakini mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Proyek PSN juga diyakini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, baik pada tahap konstruksi maupun saat operasional. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam pembangunan di daerahnya sendiri.
Selain itu, geliat ekonomi diperkirakan akan ikut terdongkrak melalui tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan proyek. Aktivitas pekerja dan industri akan meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai layanan, mulai dari kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya.
Pemerintah berharap, melalui PSN, akan lahir pusat-pusat ekonomi baru yang mampu mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat di kota besar, tetapi merata hingga ke daerah.
Meski demikian, masyarakat juga berharap pelaksanaan proyek tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan serta melibatkan warga secara aktif. Dengan pendekatan yang inklusif, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.(**)





