GASKAN INDONESIA, LUWU TIMUR – Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur mematangkan persiapan pembentukan Gardu Desa (Garda Terdepan Keamanan Desa) di delapan desa sebagai langkah memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat dan mencegah potensi konflik sejak dini.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Desa Cendana Hitam Timur, Jumat (26/6/2026), dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan menjelang peluncuran program yang diinisiasi Polres Luwu Timur.
Rapat dipimpin Camat Tomoni Timur Yulius dan dihadiri Kapolsek Tomoni Timur Ipda Jefir Alang Ramba, para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua Karang Taruna, hingga anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Camat Tomoni Timur Yulius menyampaikan apresiasi kepada Polres Luwu Timur atas gagasan pembentukan Gardu Desa sebagai wadah kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tingkat desa.
Menurutnya, situasi keamanan di wilayah Tomoni Timur selama ini tetap kondusif berkat sinergi pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda yang aktif menjaga kerukunan serta menyelesaikan persoalan melalui pendekatan persuasif.
“Alhamdulillah hingga saat ini kondisi keamanan di Tomoni Timur tetap terjaga. Ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang terus menjadi penyejuk dan menjaga persatuan,” ujar Yulius.
Ia berharap kehadiran Gardu Desa semakin memperkuat sistem keamanan lingkungan sekaligus menjadi wadah penyelesaian persoalan sosial melalui musyawarah sebelum berkembang menjadi konflik.
“Jika keamanan terjaga, masyarakat bisa bekerja, beraktivitas, dan mencari nafkah dengan tenang. Karena itu, Gardu Desa harus menjadi garda terdepan menjaga kedamaian di setiap desa,” tegasnya.
Yulius juga meminta seluruh kepala desa segera menyusun struktur kepengurusan Gardu Desa dengan melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kapolsek Tomoni Timur Ipda Jefir Alang Ramba mengapresiasi kesiapan pemerintah desa dalam mendukung program yang digagas Kapolres Luwu Timur tersebut.
Menurutnya, Gardu Desa menjadi strategi memperkuat keamanan berbasis partisipasi masyarakat sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan lebih cepat melalui dialog dan mediasi.
“Kami mengapresiasi komitmen seluruh kepala desa. Saat ini kita tinggal menunggu jadwal peluncuran. Yang terpenting, seluruh desa segera melengkapi struktur kepengurusan Gardu Desa agar program ini bisa langsung berjalan,” katanya.
Jefir menjelaskan, Gardu Desa nantinya akan berperan sebagai pendeteksi dini potensi konflik sekaligus mediator apabila terjadi perselisihan antarwarga maupun antarkelompok masyarakat.
“Harapannya, setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai melalui komunikasi dan mediasi, sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” jelasnya.
Melalui pembentukan Gardu Desa, Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur bersama Polres Luwu Timur optimistis sistem keamanan desa akan semakin kuat. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong, menjaga persatuan, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif untuk mendukung pembangunan di seluruh desa di Kecamatan Tomoni Timur.(**)





