GASKAN INDONESIA. LUWU TIMUR – Anggaran daerah harus terasa manfaatnya dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, Banggar DPRD Luwu Timur meminta perubahan APBD 2026 lebih tepat sasaran.
Juru Bicara Banggar DPRD Luwu Timur, Firman Udding, menyampaikan pandangan tersebut dalam rapat paripurna, Kamis (13/08/2026).
Rapat itu membahas perubahan KUA serta PPAS Tahun Anggaran 2026. Selain itu, Banggar menyoroti sejumlah kebutuhan penting masyarakat, khususnya para petani.
Dalam kondisi saat ini dimana terlihat kemarau agak panjang perlunya petani dilindungi dari ancaman kekeringan, untuk itu Banggar meminta Pemda Luwu Timur mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.
Pemerintah perlu memetakan sawah yang rawan kekeringan sejak awal. Dengan begitu, bantuan dapat diberikan lebih cepat dan tepat.
Selanjutnya, pemerintah perlu memastikan ketersediaan air untuk lahan pertanian. Optimalisasi irigasi dan perbaikan saluran rusak juga perlu dipercepat.
Selain itu, pompa air perlu disiapkan untuk wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air. Pemerintah juga harus memperkuat koordinasi bersama kelompok tani dan pemerintah desa.
Jika kekeringan menyebabkan gagal tanam atau panen, petani harus mendapat perlindungan. Bantuan benih, pupuk, sarana produksi, serta akses perlindungan usaha tani perlu dipertimbangkan. Tutup Firman Udding.





