GASKAN INDONESIA, Warga Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, sudah lama menantikan kantor camat yang lebih layak. Kamis, 3 September 2026, harapan itu mulai menemukan titik terang.
DPRD Kabupaten Luwu Timur turun langsung ke lapangan. Mereka mengecek kesiapan lahan untuk pembangunan kantor camat Tomoni.
Peninjauan ini menjadi bagian dari monitoring Daerah Pemilihan IV. Kegiatan tersebut masuk rangkaian pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026.
Anggota DPRD Luwu Timur, Dwi Heryanto, memimpin peninjauan bersama jajaran. Ia melihat langsung kondisi lokasi sebelum pekerjaan dimulai.
Bukan Sekadar Seremoni
Bagi warga, kantor camat bukan hanya bangunan. Di sana mereka mengurus surat, laporan, dan berbagai layanan administrasi.
Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat pelayanan kerap tersendat. Antrean panjang dan ruang sempit jadi keluhan yang sering muncul.
Selain itu, DPRD meninjau rencana pembangunan jalan di wilayah Tomoni. Akses yang rusak selama ini menyulitkan warga mengangkut hasil bumi.
Dwi Heryanto menegaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai perencanaan. “Kami hari ini melakukan monitoring, salah satunya meninjau persiapan pekerjaan awal pembangunan Kantor Camat Tomoni dan pembangunan jalan,” ujarnya.
Menurutnya, peninjauan lapangan adalah bagian penting dari fungsi pengawasan DPRD. Khususnya untuk program yang memakai anggaran daerah.
Sementara itu, hasil peninjauan akan menjadi bahan evaluasi. DPRD bersama pemerintah daerah akan membahasnya lebih lanjut.
Alhasil, keputusan anggaran tidak sekadar berdasarkan dokumen. Ada bukti nyata dari kondisi di lapangan.
Monitoring Dapil IV menyasar tiga wilayah. Yakni Tomoni, Tomoni Timur, dan Mangkutana.
DPRD ingin memastikan pembangunan di sana sesuai kebutuhan masyarakat. Bukan sekadar mengejar target serapan anggaran.
Skala prioritas jadi pertimbangan utama. Mana yang paling mendesak, itu yang didahulukan.
Lebih lanjut, DPRD Luwu Timur berkomitmen mengawal pelaksanaan program. Tujuannya agar anggaran daerah memberi manfaat nyata.
Jika kantor camat baru berdiri, layanan publik diharapkan lebih cepat. Warga tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten.
Begitu pula dengan jalan yang memadai. Distribusi hasil pertanian bisa lebih lancar dan biaya angkut lebih murah.
Tak hanya itu, pembangunan yang tepat sasaran turut membuka peluang ekonomi baru. Warung dan usaha kecil di sekitar lokasi bisa ikut tumbuh.
Meski begitu, semua masih menunggu realisasi anggaran. Warga berharap peninjauan ini bukan sekadar kunjungan rutin.
Mereka ingin melihat alat berat mulai bekerja. Ingin merasakan perubahan yang selama ini dijanjikan.
DPRD memastikan pengawasan akan terus dilakukan. Setiap tahap pembangunan akan dipantau agar tidak mangkrak.
Bagi warga Tomoni, kantor camat baru dan jalan mulus adalah harapan sederhana. Harapan yang kini berada di tahap persiapan.





