Pelaksanaan Monitoring APBD TA 2026, Anggota DPRD Luwu Timur Aprianto, Tinjau Langsung Pustu Cendana Hitam Timur

GASKAN INDONESIA, Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Aprianto, melakukan monitoring pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 dengan meninjau langsung kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Cendana Hitam Timur, Kecamatan Tomoni Timur, Selasa (7/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Aprianto bersama Kepala Puskesmas Tomoni Timur, Kepala Desa Cendana Hitam Timur, Sekretaris Desa, serta perangkat desa melihat langsung kondisi bangunan Pustu yang diketahui mengalami kerusakan cukup berat.

Pustu Cendana Hitam Timur pada tahun ini telah mendapatkan anggaran rehabilitasi melalui aspirasi Aprianto. Namun, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, anggaran yang sementara dilaksanakan belum mampu mencakup seluruh kebutuhan perbaikan bangunan.

Aprianto kemudian langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur untuk menyampaikan kondisi Pustu tersebut sekaligus mendorong agar rehabilitasi dapat dilanjutkan melalui penganggaran pada tahun berikutnya.

“Saya turun untuk melihat langsung kondisi pekerjaan. Setelah melihat kondisi di lapangan, ternyata anggaran yang sementara terlaksana belum bisa mencukupi seluruh kerusakan. Karena itu, saya langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan agar lanjutan rehab Pustu ini bisa dimasukkan dalam anggaran kegiatan Dinas Kesehatan tahun depan,” ujar Aprianto.

Menurutnya, lanjutan rehabilitasi diperlukan agar perbaikan tidak berhenti pada tahap yang ada saat ini. Bangunan diharapkan dapat diperbaiki secara menyeluruh hingga nantinya benar-benar layak dan siap difungsikan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

“Anggaran tahun ini melalui aspirasi saya memang belum bisa sampai rampung total. Harapan kita, tahun depan bisa dilanjutkan sampai selesai sehingga Pustu ini benar-benar siap dan fungsional untuk masyarakat,” katanya.

Aprianto menyebut, Kepala Dinas Kesehatan memberikan respons positif saat dirinya menyampaikan kondisi tersebut melalui sambungan telepon dan menyatakan akan mengupayakan agar kebutuhan lanjutan rehabilitasi dapat diperhatikan dalam perencanaan anggaran.

Peninjauan ini merupakan bagian dari monitoring DPRD terhadap pelaksanaan APBD 2026 sekaligus memastikan pembangunan dan fasilitas pelayanan publik yang telah dianggarkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Aprianto menegaskan, kunjungan lapangan menjadi penting untuk mengetahui secara langsung kondisi pembangunan serta kebutuhan masyarakat, sehingga dapat menjadi dasar dalam mendorong penganggaran dan kebijakan pada tahun berikutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *