Wabup Puspawati Apresiasi Ponpes As-Syeikh Yusuf Al Hasani Cetak 9 Penghafal 30 Juz Al-Qur’an

GASKAN INDONESIA, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Milad ke-VIII Pondok Pesantren (Ponpes) As-Syeikh Yusuf Al Hasani di Kecamatan Tomoni, Jum’at (02/10/2026) berlangsung khidmat dan penuh nuansa keagamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, H. Andi Abdul Hamzah, Camat Tomoni, Darwin, pengasuh dan keluarga besar Ponpes As-Syeikh Yusuf Al Hasani, para santri, serta orang tua santri.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Milad ke-VIII menjadi bagian dari perjalanan Ponpes As-Syeikh Yusuf Al Hasani dalam menjalankan peran pendidikan dan pembinaan generasi muda melalui pendidikan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan sertifikat kepada para santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Sebanyak 2 wisudawan dan 7 wisudawati menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka dalam menghafal Al-Qur’an.

Puspawati menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Ponpes As-Syeikh Yusuf Al Hasani yang terus berkontribusi dalam membangun generasi yang memiliki bekal ilmu agama, akhlak, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Saya menyampaikan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan selamat Milad ke-VIII kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren As-Syeikh Yusuf Al Hasani. Delapan tahun perjalanan tentu bukan waktu yang singkat. Ini adalah perjalanan pengabdian dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kokoh iman, mulia akhlaknya, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, capaian para santri dalam menghafal 30 juz Al-Qur’an merupakan prestasi yang patut disyukuri sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

“Semoga para penghafal Al-Qur’an ini tidak hanya mampu menjaga hafalannya, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Karena sesungguhnya ilmu yang kita miliki akan menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan dalam akhlak dan perbuatan,” ujarnya.

Ia juga berharap keberadaan pondok pesantren terus berkembang dan menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk generasi Luwu Timur yang religius, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad ke-VIII ini ditutup dengan doa bersama. Suasana penuh syukur semakin terasa saat para wisudawan dan wisudawati menerima sertifikat hafalan 30 juz Al-Qur’an, menjadi simbol capaian sekaligus awal dari tanggung jawab untuk menjaga dan mengamalkan kalam Allah SWT. (eld/ikp-humas/kominfo-sp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *