GASKAN INDONESIA, LUWU TIMUR — Program revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 3 Malili terus menunjukkan progres. Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, pekerjaan fisik proyek saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 35 persen.
Revitalisasi tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, kegiatan dilaksanakan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 25 Agustus hingga 25 Desember 2026. Program tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan nilai bantuan yang tercantum sebesar Rp1.267.548.000.
Progres pekerjaan yang terus berjalan mendapat perhatian sekaligus apresiasi dari orang tua/wali siswa dan komite sekolah. Mereka berharap program revitalisasi tersebut dapat memberikan perubahan nyata terhadap kondisi fasilitas pendidikan di SMP Negeri 3 Malili.
Menurut mereka, revitalisasi bukan hanya menyangkut perbaikan fisik bangunan, tetapi juga bagaimana sekolah nantinya memiliki lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman dan layak bagi peserta didik.
“Kami berharap setelah selesai nanti, fasilitas sekolah bisa semakin nyaman digunakan anak-anak untuk belajar. Yang paling penting aman dan mendukung proses belajar mengajar,” harap orang tua/wali siswa dan komite sekolah.
Dari hasil pantauan di lapangan, papan informasi proyek telah terpasang sebagai bagian dari keterbukaan informasi pekerjaan. Sejumlah perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga terlihat tersedia dan digunakan di area pekerjaan.
Hal lain yang mendapat apresiasi adalah keterlibatan tenaga kerja lokal, yang dalam pelaksanaan pekerjaan ini melibatkan warga Desa Menurun. Keterlibatan masyarakat lokal dinilai memberikan manfaat tambahan karena turut membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar selama proyek berlangsung.
Dengan masa pelaksanaan yang masih berjalan, progres sekitar 35 persen tersebut masih akan terus berkembang hingga batas waktu penyelesaian pada Desember 2026.
Masyarakat berharap pelaksanaan pekerjaan dapat terus berjalan sesuai rencana, memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan, selesai tepat waktu, serta tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja.
Revitalisasi sekolah pada akhirnya bukan semata-mata tentang memperbaiki bangunan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman, aman dan layak, sehingga dapat mendukung proses pendidikan dan masa depan peserta didik di SMP Negeri 3 Malili.(**)





