Tangis Haru Warnai Pelepasan I Wayan Sudiarsa, Camat Tomoni Timur Sampaikan Duka

LUWU TIMUR – Suasana duka menyelimuti Desa Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, Selasa (31/3/2026). Tangis haru keluarga, sahabat, dan masyarakat mengiringi pelepasan jenazah I Wayan Sudiarsa, Kepala SMPN 2 Angkona yang dikenal sebagai sosok pendidik sekaligus tokoh umat Hindu yang penuh dedikasi.

Di tengah suasana khidmat, Camat Tomoni Timur Yulius hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk melepas kepergian almarhum menuju peristirahatan terakhir. Sebelumnya, prosesi keagamaan Pitra Yadnya dilaksanakan dengan penuh penghormatan di bawah bimbingan Ida Pandita Empu. Dengan suara bergetar menahan kesedihan, Yulius menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama pemerintah daerah, pribadi, dan keluarga, saya menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Bagi Yulius, almarhum bukan sekadar rekan kerja, melainkan sosok yang telah lama dikenalnya. Hubungan keduanya terjalin sejak 2003, saat I Wayan Sudiarsa menjabat sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Luwu Timur.

Dalam kenangannya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang kritis namun santun, serta menjadi jembatan komunikasi yang baik antara pemerintah dan umat Hindu, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.

“Beliau banyak membantu kami, terutama dalam menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kegiatan keagamaan. Kehilangan ini sangat terasa,” tutur Yulius.

Sehari sebelum prosesi pelepasan, penghormatan terakhir juga diberikan oleh Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Luwu Timur, sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum di dunia pendidikan.

Semasa hidupnya, I Wayan Sudiarsa dikenal sebagai sosok yang aktif dan konsisten dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PHDI Luwu Timur selama dua periode (2004–2015), Ketua Paruman Walaka Luwu Timur (2015–2020), serta Wakil Ketua PHDI Sulawesi Selatan hingga akhir hayatnya. Ia juga tetap mengabdikan diri sebagai Dewan Penasehat Peradah sejak 2005, membina generasi muda Hindu dengan penuh ketulusan.

Tak hanya itu, almarhum juga dipercaya sebagai Penasehat Prajaniti Luwu Timur serta kembali mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Paruman Walaka periode 2024–2029.
Prosesi pelepasan dihadiri oleh berbagai tokoh, di antaranya Ketua PHDI Luwu Timur, Camat Angkona I Putu Gede Sudarsana, penyelenggara Hindu, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai desa. Kehadiran mereka menjadi bukti betapa besar rasa kehilangan atas sosok yang telah banyak memberi kontribusi bagi masyarakat.

Kepergian I Wayan Sudiarsa bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga jejak pengabdian yang akan terus dikenang. Sosoknya hidup dalam ingatan sebagai guru, pemimpin, dan panutan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan umat.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *