Abrasi Pantai Lemo Ancam Permukiman, Warga Harapkan Perhatian Serius Pemerintah

GASKAN INDONESIA,Lutim- Fenomena abrasi pantai di Dusun Lemo, Desa Mabonta, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, kian memprihatinkan dan dirasakan langsung oleh warga pesisir. Kondisi ini tidak hanya mengikis garis pantai, tetapi juga mulai mengancam keselamatan permukiman masyarakat nelayan setempat.

Dalam beberapa tahun terakhir, garis pantai terus tergerus ombak dan kini semakin mendekati rumah-rumah warga. Setiap kali air laut pasang, bahkan saat cuaca terbilang normal, air kerap meluap hingga masuk ke dalam permukiman. Situasi ini membuat aktivitas warga terganggu dan menimbulkan rasa cemas yang berkepanjangan.Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan rumah kini berdiri di bibir pantai yang semakin menyempit. Sekitar 40 unit rumah warga berada dalam ancaman serius terendam, seiring abrasi yang terus terjadi tanpa penanganan memadai. Lahan yang sebelumnya menjadi halaman rumah perlahan hilang, digantikan oleh hempasan gelombang laut yang kian agresif.

Warga mengaku dihantui rasa trauma, terutama saat memasuki musim angin barat yang identik dengan gelombang tinggi. Mereka khawatir abrasi akan semakin parah dan mengancam keselamatan keluarga mereka.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan peninjauan langsung di lapangan serta mengambil langkah konkret, seperti pembangunan tanggul penahan ombak maupun solusi jangka panjang lainnya guna menekan laju abrasi.

Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin Dusun Lemo akan kehilangan lebih banyak daratan, bahkan memaksa warga meninggalkan rumah yang telah mereka huni selama bertahun-tahun. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *