Anggota DPRD Luwu Timur Firman Udding, Desa Atue Layak Menjadi Desa Produktif

GASKAN INDONESIA. UWU TIMUR-Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, menilai Desa Atue, Kecamatan Malili, layak menjadi model desa produktif di Kabupaten Luwu Timur. Menurutnya, desa tersebut memiliki potensi besar karena mampu memadukan pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Firman menyampaikan pandangan itu saat mendampingi kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, di Desa Atue, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, karakter Desa Atue berbeda dengan banyak desa lain di Luwu Timur. Kawasan tersebut berada di wilayah hutan produktif sekaligus hutan lindung sehingga memiliki peluang besar mengembangkan pembangunan yang tetap menjaga kelestarian alam.

“Desa Atue memiliki potensi yang sangat besar. Keunggulan ini harus menjadi modal untuk membangun ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Saya mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadikan Desa Atue sebagai desa percontohan,” kata Firman.

Desa Produktif Harus Tetap Menjaga Lingkungan

Firman menilai pembangunan desa tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Namun, pembangunan juga harus menjaga sumber daya alam agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Karena itu, ia mendukung konsep desa produktif berwawasan lingkungan yang diperkenalkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, program Gerakan Asri atau Aman, Sehat, Rapi, dan Indah juga dapat membangun kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Selain menciptakan lingkungan yang sehat, gerakan tersebut dinilai mampu meningkatkan daya tarik desa.

“Edukasi tentang pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sangat penting. Kalau masyarakat sudah terbiasa hidup bersih, maka desa akan menjadi lebih sehat, nyaman, dan memiliki daya tarik yang lebih baik,” ujarnya.

Firman juga mengingatkan bahwa pembangunan desa harus melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Dorong Ekonomi Warga Lewat Pertanian Produktif

Selain mendorong pelestarian lingkungan, Firman menilai bantuan 500 bibit tanaman produktif dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi langkah awal untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Bibit yang disalurkan meliputi durian Musang King, durian sambung, alpukat, mangga Mahathir, rambutan, manggis, cempedak, jengkol, serta bibit kangkung.

Menurutnya, komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila dikelola secara berkelanjutan.

“Bantuan bibit ini jangan hanya dipandang sebagai bantuan sesaat, tetapi harus menjadi awal pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pertanian produktif. Kami di DPRD tentu mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *