GASKAN INDONESIA, LUWU TIMUR – Sabtu 11 juli 2026, Proyek plat dekker di Jalan Nangka, Desa Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, menjadi sorotan masyarakat setelah dilaporkan mengalami kerusakan, meski baru dikerjakan pada tahun 2024.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pelaksanaan proyek serta pengawasan konstruksi. Kerusakan pada infrastruktur yang belum lama dibangun dinilai perlu menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dari pantauan di lokasi, bagian bawah plat dekker tampak mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani. Sejumlah warga menduga kualitas pekerjaan, termasuk campuran beton dan pembesian, tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Namun demikian, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh instansi yang berwenang.
Respons cepat ditunjukkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu Timur. Kepala Bidang Bina Marga, Hendro, menyatakan pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami akan meninjau lokasi untuk melihat kondisi plat dekker tersebut,” tulis Hendro dalam percakapan di salah satu grup WhatsApp.
Langkah cepat tersebut patut diapresiasi. Namun, peninjauan diharapkan tidak berhenti pada pengecekan lapangan semata, melainkan dilanjutkan dengan investigasi teknis untuk mengetahui penyebab kerusakan, mengevaluasi proses pelaksanaan proyek, serta memastikan adanya pertanggungjawaban apabila ditemukan pekerjaan yang tidak memenuhi standar.
Masyarakat juga berharap hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran daerah. Evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan dan sistem pengawasan dinilai penting agar setiap proyek infrastruktur yang dibiayai dari uang rakyat benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, aman digunakan, dan memiliki mutu sesuai standar yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kerusakan plat dekker tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas PUPR Kabupaten Luwu Timur.”(puput)





